Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah ta'ala mempunyai sifat wajib, mustahil dan Jaiz. Hal ini berlaku untuk semua Nabi dan Rasul yang semuanya berjumlah 124.ooo nabi. Adapun perbedaan Nabi dan Rasul adalah : Nabi diutus dan menerima wahyu dari Allah ta'ala dengan mengikuti syari'at Rasul sebelumnya. Sedangkan Rasul diutus dan menerima wahyu dengan membawa syari'at baru. Sebagai contoh: Nabi Isa 'alayhissalam adalah seorang Nabi dan Rasul, maka cara shalat Nabi 'Isa 'Alayhissalam berbeda dengan syari'atnya Nabi Musa 'alayhissalam.
Sifat Wajib Rasul adalah sifat yang harus dimiliki dan pasti ada pada setiap nabi dan Rasul. Sifat Mustahil adalah sifat yang tidak boleh dan tidak mungkin dimiliki oleh setiap Nabi dan Rasul. Sedangkan Sifat Jaiz adalah sifat yang boleh ada dan tidak pada setiap Nabi dan Rasul.
Nabi dan Rasul memiliki Empat sifat Wajib dan Empat sifat Mustahil sebagai lawanannya serta Satu sifat Jaiz.
Sifat Wajib yang pertama adalah Shiddiq artinya jujur, mustahilnya Kidzib artiya berdusta. Seorang Nabi dan Rasul pasti memiliki sifat jujur dalam setiap perkataan, perbuatan dan perilakunya. Maka tidak mungkin seorang Nabi dan Rasul berdusta demi kepentingan sendiri, atau untuk keluarganya.
Sifat Wajib yang kedua adalah Fathonah artinya Cerdas, mustahilnya Biladah artinya Bodoh. Nabi dan Rasul dianugerahi kecerdasan yang berasal dari wahyu Allah Ta'ala untuk menjadi bukti kebenaran risalah yang dibawanya adalah benar dari Allah Ta'ala. Maka tidak mungkin Nabi dan Rasul memiliki IQ dibawah standar apalagi lemot. Adapun kenyataan bahwa Nabi Muhammada Shalallahu 'alayhi wa sallam buta huruf, hal itu tidak disebabkan karena Beliau tidak cerdas. Akan tetapi Allah ingin membuktikan pada Kaum Kafir Quraisy bahwa Alquran bukanlah karangan Muhammad Shalallahu 'alayhi wassalam.
Sifat Wajib yang ketiga adalah Amanah artinya dapat dipercaya, mustahilnya Khianah artinya berkhianat. Nabi dan Rasul adalah Manusia yang selalu memegang amanah apapun yang Allah berikan sekalipun berat untuk disampaikan. Sekalipun nyawa menjadi taruhannya, Nabi dan Rasul akan tetap memegang amanah yang diembannya. Amanah yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul adalah risalah dan syari'at Allah Ta'ala. Maka mustahil para Nabi dan Rasul berkhianat atas amanah yang Allah berikan kepadanya.
Sifat Wajib yang keempat adalah Tabligh artinya menyampaikan, mustahilnya Kitman artinya menyembunyikan. Nabi dan Rasul kedua-duanya wajib menyampaikan ajaran dan syari'at yang Allah turunkan melalui wahyu-Nya. Tidak boleh satu ayatpun yang disembunyikan, walau terkadang ayat tersebut menegur sikap atau keputusan Nabi. Maka seorang Nabi dan Rasul tidak ada yang menyembunyikan wahyu Allah dan Mereka selalu mengatakan yang benar walau seringkali kebenaran itu ditolak oleh kaum kafir.
Sedangkan sifat Jaiz para Rasul adalah Basyariah artinya berkelakuan seperti manusia biasa. Nabi dan Rasul diperbolehkan makan dan minum, beristri, pergi ke pasar, tidur dan lain sebagainya. Nabi dan Rasul bukanlah Malaikat yang tidak makan dan minum. Hal ini berbeda dengan para Pendeta kaum nasrani atau Budha dan Hindu yang mereka mengharamkan dirinya untuk merasakan ni'matnya hidup dan berumahtangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar