Puncak keimanan seseorang salahsatunya diukur dari sikap tawakkal yang dalam bahasa Arab disebut dengan at Tawakkul. Tawakkal adalah keyakinan hati dalam berserah diri kepada Allah ta'ala. Kalimat yang biasa dibaca orang yang tawakkal adalah " Laa hawla walaa quwwata illaa billaah..." artinya Tiada daya dan upaya melainkan dengan kekuatan Allah. Orang yang tawakkal tak kan pernah putus asa dalam berusaha, tetap senang walaupun g punya duit tapi berusaha, ga diem aja. Orang yang tawakkal juga ga akan sombong jika meraih sesuatu yang diingininya karena dia tahu dan paham bahwa apapun yang diraihnya semata-mata karena izin Allah.
Dalam sebuah kisah sufi diceritakan ada seseorang yang ingin membuktikan satu ayat Allah yang artinya " setiap makhluq yang ada di Bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah " maka berangkatlah manusia ini dari rumahnya tanpa membawa bekal apapun. Dia berjalan menuju sebuah gua tak berpenghuni dan jauh dari perkampungan penduduk. Dia berdiam diri disitu dan bertanya dalam hatinya mungkinkah Allah akan memberikan rizki kepadanya. Pagi berganti siang, dan siang berganti petang... perutnya yang belum terisi apa-apa berbunyi meminta asupan makanan. Lama sekali... hingga malampun datang dan ia tertidur karena laparnya. Sementara di luar sana ada seorang penjual susu dan keju yang kemalaman di jalan setelah berdagang. Ia melihat perkampungan warga masih jauh, dan ia sangat butuh tempat untuk berteduh. Ketika ia melihat gua, masuklah ia kedalamnya. Ternyata.... ia melihat ada seseorang yang tergeletak di dalam gua itu. Dipegangnya laki2 itu, ia tahu bahwa laki2 itu sedang kelaparan Lalu ia mencoba untuk membangunkannya, namun laki2 yang tertidur itu tak bangun juga. Maka sang pedagang ini menganggap bahwa laki2 itu telah pingsan karena laparnya. .... to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar